KIAT ESEMKA: Nama Kiat Dihilangkan, Sukiyat Kecewa

KLATEN - Nama Kiat ternyata sudah diperintahkan untuk dihapus dari merk mobil Kiat Esemka. Perintah penghapusan ini berasal dari Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Joko Sutrisno.
Hal ini diungkapkan Sukiyat kepada wartawan saat kunjungan para anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah di bengkelnya, Rabu (22/2/2012). Belum ada penjelasan alasan pencopotan nama “Kiat” pada mobil Esemka itu. Namun, pernyataan Joko Sutrisno itu membuat Sukiyat merasa sakit hati. Dia pun mengaku tidak ingin ikuti bersama rombongan Walikota Solo, Joko Widodo dan Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo menuju Tangerang untuk uji emisi di Balai Termo Dinamika Motor dan Propulsi (BTMP) pada Jumat (24/2/2012) pagi lusa.
“Perintah untuk mencopot nama ‘Kiat’ itu dilakukan direktur pembinaan SMK melalui telepon kepada Kepala Sekolah SMKN 2 Solo, Susanta saat kami mengikuti kirab budaya pada Sabtu lalu. Kebetulan saya yang berada satu mobil dengan Pak Susanta mendengar langsung perintah dari Direktur Pembinaan SMK, Joko Sutrisno untuk mencopot nama ‘Kiat’ pada hari itu juga. Saya tidak tahu, apakah setelah rombongan kirab sampai di Balaikota Solo, nama ‘Kiat’ itu jadi dicopot atau tidak,” papar Sukiyat.
Sukiyat mengaku tidak mengetahui alasan pencopotan nama “Kiat” pada mobil Esemka itu. Namun dia menduga pencopotan nama “Kiat” itu dikarenakan adanya benturan kepentingan dalam persaingan bisnis otomotif. Diakuinya, perintah pencopotan nama “Kiat” pada mobil Esemka itu sudah melukai hatinya. “Asal muasal nama Kiat Esemka itu muncul setelah ada kerja sama antara sejumlah siswa SMK di bengkel kami di bidang otomotif. Kalau itu dihilangkan, ya sudah,” katanya dengan nada kesal.
Rencana ketidakhadiran Sukiyat dalam rombongan menuju Tangerang untuk uji emisi mobil Esemka ke BTMP merupakan buntut kekesalan dia atas perintah pencopotan nama “Kiat” itu. Selepas kejadian itu, Sukiyat mengaku tidak ingin terlibat lebih jauh dalam pengembangan mobil Esemka ke depannya. “Saya mau kembali ke habitat lama sebagai pengusaha bengkel. Namun saya akan tetap menjalin kerja sama dengan siswa-siswa SMK. Saya punya impian ingin menyelenggarakan diklat otomotif di Klaten,” tegas Sukiyat.

( SOLOPOS )


Artikel Terkait: