Honda Scoopy


TheKiFOT- Warga Jakarta atau mereka yang pernah ke Ibu Kota pasti tahu Bajaj. Bukan motor lho, tapi kendaraan umum beroda tiga. Bahkan pernah ada sitkomnya, Bajaj Bajuri. Masih ingat toh? Nah, Honda Scoopy ini punya hubungan sangat dekat dengan kendaraan suaminya Oneng ini.

Bahkan, Antonius Chandra dari Ton's Chrome (TC) yang mengerjakan Scoopy ini merasa sangat tertolong oleh Bajaj. Karena komponen dari angkutan yang identik dengan warna oranye itulah yang menjadi pilar utama berhasilnya proyek modifikasi ini.

"Untuk menggerakan roda belakang, menggunakan gardan dari Bajaj itu," kata Anton. Dan pastinya ada beberapa alasan sehingga dia memilih gardan ini.

Alasan pertama adalah karena dimensinya yang kecil. "Karena untuk skubek seperti Scoopy akan terlihat aneh jika pakai gardan mobil. Bisa merusak harmonisasi," lanjutnya.

Selain karena ukuran, gardan ini juga simpel cara kerjanya. Bahkan untuk spare part juga relatif gampang. Sebab memang populasinya masih banyak. Tapi, gosipnya mau dihapuskan dan diganti Bajaj model baru, lho.

Untuk sistem kerja gerak dua roda di belakang ini, Anton tetap mempertahankan CVT Scoopy. "Tapi, ditambahkan dengan penggunaan gir, artinya semacam transfer gir gitu lah," kata pria asal Palembang, Sumatera Selatan ini.

Jadi, dari CVT ke gir depan, kemudian sproket depan disambungkan dengan rantai ke gir belakang. Barulah gir belakang ini yang menggerakkan gardan. Untuk pilihan gir ini pun Anton harus melakukan beberapa kali percobaan.

"Akhirnya dipilih gir standarnya Yamaha RX-King, karena dimensinya pas dan juga cukup mumpuni untuk menggerakan motor," kata pemilik bengkel di Jl. Ciputat Raya No. 20A, Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Untuk suspensinya dipilih sok variasi untuk Mio. Hal itu karena dengan konstruksi seperti ini sebaiknya gunakan sok belakang yang agak keras. "Berbahaya jika terlalu empuk, motor bisa terguling saat belok," tambahnya.

Oh ya, untuk kedua posisi roda belakang, sekarang sebenarnya sudah mundur sekitar 10 cm dibandingkan  as roda awal Scoopy. Sedangkan jarak lebar bagian belakang atau jarak antar roda belakang sekarang itu adalah 70 cm.

Untuk seluruh bodinya dibuat menggunakan fiber supaya enteng.

PELEK CUSTOM
Sudah sejak lama TC terkenal sebagai salah  satu builder yang bisa membuat pelek-pelek unik. Hal itu karena Anton mempunyai alat dan juga skill yang cukup. Ini kali coba perhatikan kedua pelek di belakang.

Sekilas terlihat ringkih karena hanya terdiri dari 3 palang dengan bentuk kurus. Tapi, Anton menjamin pelek buatannya ini kuat dan safety. "Saya mendesainnya dengan segala perhitungan, begitu juga material yang digunakan," kata pria bertubuh kurus ini.

Untuk ketiga palangnya tadi, Anton menggunakan besi ketebalan 10 mm. Desain seperti ini juga untuk memperlihatkan bahwa semua roda sudah dilengkapi disc brake. "Aman dan sekaligus gaya," tutupnya. Ukuran pelek belakang ini adalah 4x14 inci.  

DATA MODIFIKASI
Pelek belakang: Custom 4x14 inci
Ban belakang: Swallow 140/60-14
Sok belakang: Mio
Knalpot: Custom
TC: (021) 7392471
(TheKiFOT)


Artikel Terkait: